Tulang Bawang Udik, intermedianews.co.id—Kebun sawit milik warga di Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), terbakar setelah api diduga merembet dari lahan perkebunan tebu di sekitar lokasi, Senin (14/9/2026).

Kebakaran tersebut berdampak pada sejumlah tanaman sawit milik Eka dan warga lainnya. Peristiwa itu juga menimbulkan kerugian bagi pemilik kebun.
Eka kemudian berupaya menghubungi perwakilan perusahaan untuk meminta penjelasan sekaligus membicarakan langkah penyelesaian atas dampak kebakaran tersebut. Namun, hingga Rabu (16/9/2026), belum ada kepastian mengenai tindak lanjut yang akan dilakukan.
“Saya sudah mencoba berkoordinasi dengan perwakilan pihak perusahaan. Namun sampai sekarang belum ada tanggapan. Mereka menyampaikan masih menunggu respons dari pimpinan,” ujar Eka.
Selain mempertanyakan tindak lanjut setelah kebakaran, Eka menyayangkan penanganan api yang dinilainya tidak cukup sigap sejak awal kejadian.
Menurutnya, pihak pengusaha atau pemilik lahan tebu semestinya segera mengambil langkah untuk mencegah api meluas, termasuk menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), mengerahkan orang di sekitar lokasi untuk melakukan penanganan awal, atau berkoordinasi dengan kepolisian setempat.
“Minimal ada tindakan cepat untuk mencegah api terus merembet. Bisa menghubungi Damkar, menyiapkan orang untuk melakukan pencegahan, atau melaporkan kepada kepolisian setempat agar kejadian tidak semakin meluas,” kata Eka.
Ia berharap persoalan tersebut segera mendapat kejelasan, terutama terkait dampak kebakaran terhadap tanaman sawit yang menjadi bagian dari usaha dan aset miliknya.
“Kami berharap ada kejelasan dan tanggung jawab atas kejadian ini. Karena kebun kami yang terkena dampaknya,” ujarnya.
Sementara itu, dugaan api berasal dari lahan tebu masih memerlukan kepastian berdasarkan pemeriksaan di lokasi serta keterangan pihak-pihak terkait. Penelusuran tersebut penting untuk memastikan sumber api, kronologi kebakaran, dan penyebab meluasnya api hingga berdampak pada kebun sawit warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait kebakaran maupun langkah penanganan atas dampak yang dialami Eka dan warga lainnya. Rilis
Intermedia News