​Rapat strategis yang dihadiri Asisten II, Asisten III, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ini berfokus pada langkah konkret menjadikan Komplek Uluan Nughik sebagai pusat denyut ekonomi, edukasi, dan daya tarik pariwisata terpadu di Tubaba.

​Dalam arahannya, Sekda Iwan Mursalin menekankan pentingnya menciptakan ruang publik yang hidup dan berkelanjutan melalui perputaran ekonomi lokal tanpa memberikan beban tambahan pada anggaran daerah. Strategi inovatif ini mengoptimalkan fungsi dan peran yang melekat pada setiap OPD.

​”Kawasan Uluan Nughik ini kita dorong menjadi wadah tumbuh kembangnya aktivitas ekonomi masyarakat. Ada transaksi, ada karya seni yang ditunjukkan, ada UMKM yang berjualan. Kita buat kawasan ini terus hidup dan menjadi kebanggaan Tubaba,” ujar Iwan Mursalin optimis.

Salah satu terobosan menarik yang digagas Pemkab Tubaba adalah penerapan konsep pengelolaan terpadu layaknya sebuah supermarket. Dalam skema ini, Pemerintah Daerah berperan menyediakan sarana dan manajemen pengelolaan, sementara para pelaku UMKM serta seniman lokal menyuplai hasil karya dan produk unggulan mereka.

​Melalui sistem konsinyasi (titip barang) dan kasir terpusat, para pelaku UMKM dapat memasarkan produknya—mulai dari kuliner, batik, kerajinan tangan, hingga alat-alat produksi lokal—tanpa harus terbebani biaya operasional tambahan atau tenaga kerja mandiri.

​Sebagai stimulan awal (trigger), Pemkab Tubaba juga akan menggerakkan peran aktif instansi pemerintah untuk membeli dan memanfaatkan produk-produk UMKM lokal yang ada di Uluan Nughik, seperti kebutuhan seragam batik hingga perlengkapan kerja dinas.

Tak hanya menjadi pusat perbelanjaan produk lokal, Komplek Uluan Nughik diproyeksikan menjadi ruang edukasi kebudayaan yang interaktif. Pada setiap akhir pekan, kawasan ini akan diwarnai dengan peragaan langsung pembuatan karya seni (seperti membatik dan kerajinan tangan), pertunjukan sanggar seni, hingga keterlibatan aktif siswa-siswi sekolah.

​Pemkab Tubaba juga tengah menyiapkan pendataan aset etnografi dan rekam sejarah transmigrasi di Tubaba sebagai daya tarik wisata berbasis sejarah dan pengetahuan.

​Guna memperluas jangkauan promosi, Pemkab mengusung pendekatan pemasaran digital yang ramah dan inklusif. Setiap pengunjung yang datang diajak menjadi “pewarta” dan influencer positif dengan membagikan keindahan serta keseruan aktivitas Uluan Nughik di media sosial mereka masing-masing.

Guna memastikan kenyamanan para pengunjung, Pemkab Tubaba melakukan integrasi pengelolaan fasilitas, baik aset milik Pemda maupun ruang-ruang kreatif yang dikembangkan bersama pihak swasta seperti Sekolah Seni dan Pabrik Keramik. Kolaborasi ini memastikan seluruh area dapat terawat dengan baik, asri, dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat.

​Langkah konkret ini diharapkan tidak hanya menggerakkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan menyejahterakan para pelaku usaha kecil, tetapi juga makin memperkuat identitas Uluan Nughik sebagai ikon kebudayaan dan pariwisata unggulan Kabupaten Tulang Bawang Barat.

​Usai memimpin rapat penuh semangat tersebut, sekda menginstruksikan Asisten II bersama jajaran OPD untuk meninjau langsung kawasan Uluan Nughik untuk memetakan langkah pembenahan teknis di lapangan.

BAGIKAN

Check Also

Sat Lantas Polres Tulang Bawang Barat Laksanakan Pam Rawan Siang, Ciptakan Rasa Aman

Tulang Bawang Barat, intermedianews.co.id—lDalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satlantas Polres Tubaba Polda …