Tingkatkan Pengelolaan ZISWAF Berbasis Teknologi, Pemkab Tubaba dan Telkom University Gagas Kolaborasi Riset

Tulang Bawang Barat, intermedianews.co.id– Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat komitmennya dalam melakukan transformasi digital dan optimalisasi potensi daerah. Langkah nyata ini diwujudkan melalui rapat secara daring dengan Telkom University di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba, Senin (10/08/2026). Rapat daring ini dalam rangka menggagas kolaborasi kegiatan riset melalui program hibah hilirisasi riset prioritas sinergi dari Kementerian Pendidikan Tinggi. 

Pemkab Tubaba dan Telkom University menggagas riset bertajuk “SMART-ZISWAF-TUBABA : Model AI-GIS-STEM untuk ZISWAF Produktif, Ekonomi Sirkular Pengolahan Sampah, dan Ketahanan Pangan Berbasis Data di Tubaba, Lampung”.

SMART-ZISWAF, merupakan inovasi inovasi pemodelan sistem cerdas berbasis Artificial Intelligence (AI), Geographic Information System (GIS), serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) untuk mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) produktif untuk mendorong pemberdayaan ekonomi sirkuler berbasis masyarakat melalui bank sampah serta mendorong ketahanan pangan melalui sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Sekda Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T. serta dihadiri oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tulang Bawang Barat dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sementara dari pihak Telkom University hadir tim peneliti Dr. Iswahyudi Hidayat, S.T., M.T., Dr. Eng. Amaliyah Rohsari Indah Utami, S.T., M.Si., serta Yasmin Mumtaz.

Iwan Mursalin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian dan kepercayaan Telkom University menjadikan Kabupaten Tulang Bawang Barat sebagai mitra dan lokus riset nasional. Menurutnya, pendekatan teknologi ini sangat sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan baik, adaptif, transparan dan akuntabel.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Telkom University. Tubaba mendapatkan perhatian untuk menjadi tempat riset, terutama di bidang pengelolaan persampahan yang pada akhirnya sampah tersebut bisa menjadi dana bernilai ekonomi,” ujar Iwan Mursalin.

“Baznas Tubaba juga perlu untuk melakukan transformasi digital, riset ini bisa menjadi terobosan. Potensi dana dari pengelolaan sampah dan partisipasi masyarakat diharapkan bisa meningkat. Dengan sistem digital ini, seluruh pertanggungjawaban terkait pengumpulan dan pendayagunaan dana masyarakat tercatat dengan baik, transparan, serta akuntabel,” tambahnya.

Kadis Kominfo Tubaba, Aidil Adrian Pattikraton, S.T., menjelaskan bahwa inisiasi kolaborasi ini berangkat dari prestasi pengelolaan ZISWAF di Tubaba yang sudah diakui di tingkat provinsi hingga nasional.

“Pengelolaan zakat dan infak di Tubaba sudah menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung bahkan meraih penghargaan nasional. Kehadiran tim Telkom University akan melengkapi keberhasilan ini melalui pendekatan teknologi AI, GIS, dan STEM agar pemodelannya dapat terakumulasi dalam satu database yang utuh, sekaligus menjadi contoh yang bisa diduplikasi oleh daerah lain di Indonesia,” papar Aidil.

Tim Dosen Teknik Elektro Tel-U, Dr. Iswahyudi Hidayat, S.T., M.T., menambahkan bahwa riset ini bukan sekadar penandatanganan dokumen kerja sama formal, melainkan bentuk program kerja nyata di lapangan. Pihaknya sangat terkesan dengan keaktifan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat Tiyuh (desa) dan antusiasme warga dalam mengelola sampah secara mandiri.

Secara lebih terperinci, Dr.Eng. Amaliyah Rohsari Indah Utami, S.T., M.Si. memaparkan platform Smart Tubaba menggabungkan berbagai teknologi mutakhir seperti AI, GIS, STEM, Internet of Things (IoT), Big Data, dan aplikasi mobile. Platform ini dirancang terintegrasi untuk mendukung empat pilar utama:

1. Pengolahan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular: Pengolahan tingkat keluarga hingga TPU, didukung inovasi teknologi kampus seperti Bioreactor Hibrida dan Biobrick Tracker (mengolah sampah non-daur ulang menjadi bahan baku batu bata).

2. Integrasi Smart Farming dan Ketahanan Pangan: Pemetaan serta pemulihan lahan kritis, budidaya perikanan, peternakan/kandang komunal, pekarangan pangan bergizi, serta pemberdayaan UMKM berbasis data.

3. Penguatan Literasi STEM: Penyusunan modul edukasi gizi, sanitasi, dan lingkungan hidup bagi sekolah dan masyarakat.

4. Tata Kelola ZISWAF Digital: Transparansi dinamika data muzakki dan mustahik guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan mampu memicu kemandirian ekonomi.

Riset ini dirancang berkelanjutan melalui peta jalan (roadmap) selama tiga tahun. Pada tahun pertama, fokus kegiatan meliputi pemetaan potensi, integrasi data awal, pembuatan Minimum Viable Product (MVP) platform, pilot project di 3 hingga 5 tiyuh, serta pelatihan kapasitas masyarakat. Tahun kedua difokuskan pada ekspansi dan optimalisasi, sementara tahun ketiga ditargetkan untuk scaling penuh dan operasionalisasi Decision Support System (DSS) Pemkab Tubaba.

BAGIKAN

Check Also

Hadiri Pembukaan Aisyiyah Cadre Camp 2026, Bupati Ajak Bersinergi Perkuat Program Pembangunan

Tulang Bawang Barat, intermedianews.co.id–Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., menghadiri  rangkaian kegiatan …